Rabu, 25 Juli 2012

Hipertensi dan Wanita Hamil

hipertensi-saat-masa-kehamilan

Wanita, Anda harus lebih berhati-hati jika memiliki tekanan darah tinggi. Terlebih jika Anda merencanakan kehamilan dalam waktu dekat. Meskipun ada begitu banyak ibu dengan hipertensi melahirkan bayi yang sehat tanpa kurang suatu apapun, tekanan darah tinggi dapat sangat berbahaya bagi ibu dan janin yang dikandungnya. Wanita yang mengidap tekanan darah tinggi yang kronis maupun yang masih baru dapat memicu komplikasi saat kehamilan lebih tinggi daripada wanita yang tak memiliki darah tinggi. Bagaimana pun juga saat hamil tekanan darah bisa jadi lebih tinggi atau yang biasa disebut hipertensigestasional. Efek dari tingginya tekanan darah adalah kerusakan pada ginjal atau organ lain si ibu. Pada kasus yang lebih parah, hipertensi dapat menyebabkan preklamsia yang sangat berbahaya baik bagi si ibu dan janin yang dikandungnya.

Preklamsia biasanya terjadi pada atau sejak minggu ke 20 kehamilan dan berhubungan erat dengan naiknya tekanan darah dan kadar protein dalam urin (sebagai akibat adanya masalah pada ginjal) si ibu. Preklamsia juga berfek negatif pada organ dalam lain seperti otak dan hati. Pada janin, preklamsia tak hanya mengakibatkan berat badan sang bayi tidak normal tetapi juga kelahiran prematur hingga meninggalnya bayi saat dilahirkan.

Meski penyebab pastinya belum diketahui namun ada banyak faktor resiko preklamsia seperti obesitas sebelum kehamilan. Preklamsia yang terjadi pada wanita hamil sangat beresiko menyerang mereka yang sebelum kehamilan menderita penyakit darah tinggi kronik, hamil berusia di bawah 20 tahun dan diatas 40 tahun, wanita penderita diabetes, gagal ginjal, lupus, scleroderma, dan wanita hamil yang meningkat tekanan darahnya atau menderita preklamsia saat kehamilan sebelumnya. Di Indonesia, preklamsia adalah penyebab utama kematian ibu melahirkan disamping perdarahan dan infeksi.

Dan preklamsia bisa diketahui melalui beberapa tes yang menyangkut tekanan darah dan adanya protein pada urin ibu. Gejala umum adanya preklamsia pada wanita hamil adalah sakit kepala terus menerus, penglihatan yang kurang jelas, kesensitifan pada cahaya, sakit pada bagian perut. Nah, bagi Anda penderita darah tinggi yang berencana memiliki keturunan dalam waktu dekat sebaiknya berkonsultasi pada dokter. Namun bukan berarti wanita pengidap penyakit darah tinggi tak boleh memiliki Anak. Sebab preklamsia tentunya bisa dicegah.

Pencegahan preklamsia pada wanita penderita darah tinggi dapat dilakukan dengan:
  1. Sebelum kehamilan kontrol tekanan darah Anda. Anda dapat mengurangi konsumsi garam dan aktif berolahraga.
  2. Turunkan berat badan jika Anda menderita obesitas
  3. Jika mengonsumsi obat untuk mengontrol tekanan darah, konsultasikan ke dokter kapan Anda harus berhenti mengkonsumsi dan lainya.
  4. Jika telah hamil, hindari konsumsi alkohol dan rokok.
  5. Selalu bicarakan dengan dokter ketika akan mengkonsumsi obat-obatan selama masa kehamilan.
Jika Anda terlanjur mengidap preklamsia saat kehamilan, satu-satunya cara mengobati preklamsia adalah melahirkan si bayi. Efek hipertensi dalam masa kehamilan sangat bervariasi tergantung pada kelainan dan banyak faktor. Namun perlu diingat bahwa preklamsia tidak menyebabkan peningkatan resiko tekanan darah tinggi kronis setelah melahirkan.

Selasa, 24 Juli 2012

Mengenal EPISIOTOMI

Salah satu hal yang paling banyak ditakuti oleh para ibu hamil pada saat proses melahirkan adalah episiotomi. Saat ini banyak pandangan di masyarakat bahwa proses persalinan harus dilakukan melalui episiotomi. Bayangan akan rasa sakit yang tak terkira pada saat proses episiotomi selalu menghantui para ibu hamil. Kadang ketakutan yang berlebih ini, justeru membuat proses persalinan itu sendiri menjadi tidak berjalan lancar. Untuk menghindarkan hal tersebut, ada baiknya para ibu hamil mengenal lebih jauh apa itu episiotomi.

Episiotomi adalah pengguntingan kulit dan otot antara alat kelamin dan anus. Tujuannya untuk melebarkan jalan lahir. Biasanya dokter akan memberikan anestesi lokal untuk menghilangkan nyeri. Namun, dalam keadaan darurat episotomi dilakukan tanpa anestesi lokal. Episiotomi dilakukan untuk melebarkan jalan lahir, jika:
. Dokter memperkirakan memang diperlukan, misanya jika bahu bayi tersangkut dan dokter atau bidan memperkirakan bahu tetap tersangkut jika tidak dibantu dengan episiotomi.
. Janin dalam keadaan stres dan dokter menginginkan persalinan berlangsung lebih cepat.
. Episiotomi merupakan bagian dari persalinan yang dibantu dengan forsep atau vakum.
. Daerah otot-otot perineum sangat kaku, sehingga kemungkinan Anda akan mengalami luka yang lebih luas diperineum atau labia (lipatan disisi kanan dan kiri alat kelamin) jika tidak dilakukan episiotomi.

Episiotomi dilakukan menggunakan sepasang gunting khusus episiotomi, atau dengan pisau bedah. Ada dua tipe irisan: midline atau garis tengah, yang potongannya lurus ke bawah dengan anus atau mediolateral, yaitu agak rendah ke sudut. Irisan midline umum di Amerika. Di negara lain irisan mediolateral lebih populer.


Episiotomi dilakukan untuk mencegah robekan yang luas dan tidak beraturan pada daerah perineum. Keuntungan dilakukannya episiotomi, robeknya lebih mudah dijahit dan hasilnya lebih bagus. Sedangkan kerugiannya, ada kemungkinan terjadi robekan yang meluas sampai ke anus jika epsiotomi dalakukan tidak benar. Kemunginan lain adalah nyeri setelah melahirkan serta nyeri saat berhubungan intim.

Dahulu episiotomi dilakukan secara rutin, namun tidak lagi saat ini. Banyak dokter dan beberapa studi klinik yang menunjukan bahwa episiotomi dilakukan untuk menghindari luka parineum yang lebih parah, tidak lagi diperlukan saat ini. Selain itu, luka yang terjadi jadi lebih mudah sembuh secara alami dibandingkan luka akibat episiotomi. Namun, ada beberapa dokter yang masih tetap melakukan episiotomi setiap kali ia menolong persalinan. Pertimbangan apakah akan dilakukan episiotomi atau tidak, tentunya tergantung pada keadaan Anda dan janin pada saat itu. Percayalah bahwa dokter akan melakukan hal terbaik bagi Anda.

Adakah cara lain yang bisa dilakukan oleh ibu hamil, agar pada saat proses melahirkan nanti terhindar dari episiotomi? jawabannya adalah ada yaitu dengan melakukan pijatan perineum pada 2 bulan terakhir menjelang persalinan atau latihan Kegel (terutama pada fase relaksasi) dapat menghindari episiotomi. Kadang digunakan kompres hangat untuk membantu perineum relaks. Ketika bayi akan keluar, dokter atau bidan akan menahan perineum dengan jari mereka. Kemungkinan paling efektif menghindari tindakan episiotomi adalah dengan melakukan proses persalinan yang benar, misal perlahan mengeluarkan kepala bayi sesuai dengan tingkatan pembukaan alat kelamin. Tunggulah refleks menekan secara alamiah yang akan Anda alami. Hindarilah tekanan yang terlalu dipaksakan.

Prosedur Episiotomy

Hal-hal yang Perlu Dilakukan oleh Dokter atau Bidan Setelah Bayi Lahir



Masa kehamilan sudah hampir selesai. Ini artinya sudah saatnya anda bersiap-siap untuk menuju masa persalinan yang bisa datang kapan saja tanpa diduga-duga. Saat persalinan adalah saat-saat yang paling ditunggu oleh semua wanita hamil. Hal ini karena saat masa persalinan sudah terlewati, sang wanita hamil yang saat itu sudah menjadi seorang ibu bukan hanya dapat bernapas lega karena pekerjaan beratnya dalam masa kehamilan sampai dengan masa persalinan sudah selesai, tapi juga karena ia sudah dapat melihat buah hatinya yang sudah selalu bersama di dalam tubuhnya selama kurang lebih 9 bulan ke belakang. Itulah sebabnya mengapa masa persalinan disebut-sebut sebagai masa yang paling dinanti oleh wanita hamil.

Namun di luar itu, tentu saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan detik-detik saat buah hati anda baru terlahir ke dunia ini. Hal yang perlu diperhatikan tersebut salah satunya adalah hal-hal yang perlu dilakukan oleh bidan atau dokter, diantaranya:

1. Mengeringkan tubuh, membersihkan hidung, dan membersihkan mulut sang bayi di atas perut sang ibu tanpa memandikannya.

2. Memotong dan merawat tali pusar.

3. Membungkus bayi agar hangat lalu menyerahkannya kepada sang ibu untuk disusui dengan metode kangguru.

4. Membantu sang ibu untuk mengeluarkan ari-ari. Biasanya ari-ari ini lahir 15 menit setelah kelahiran sang bayi.

5. Memeriksa dan memastikan agar ari-ari yang dikeluarkan utuh dan tidak ada yang tertinggal di dalam rahim, karena ari-ari yang tertinggal di dalam rahim dapat menimbulkan pendarahan pada saat nifas.

6. Mengoles kedua mata sang bayi dengan salep mata.

Penyebab Bayi Kuning

Pernahkah Anda melihat bayi yang baru lahir atau berusia beberapa minggu “dijemur” di sinar matahari pagi? Jika ya, maka Anda pasti bertanya-tanya mengapa bayi yang baru lahir harus dipaparkan pada sinar matahari pagi. Hampir semua bayi yang baru lahir mempunyai penyakit kuning.

Penyebab bayi kuning atau kulit yang menguning disebabkan oleh meningkatnya serum bilirubin di tubuh bayi. Serum ini meningkat karena organ hati bayi yang belum berkembang secara sempurna. Biasanya warna kuning pada kulit menghilang setelah tujuh hari tanpa perawatan dan pastinya akan lebih cepat jika diberi perawatan. Di Indonesia, cara mengatasi bayi kuning yang alami dan paling sederhana adalah memaparkan bayi pada sinar matahari pagi.

Dari sisi medis, mengatasi bayi kuning dengan sinar matahari pagi memang cukup efektif untuk menekan jumlah serum bilirubin yang dituding menjadi penyebab bayi kuning. Pada saat menjemur bayi, pastikan untuk membuka seluruh pakaiannya. Banyak ibu memaparkan bayi dengan pakaian dan hal ini kurang maksimal. Bilirubin sebagai penyebab bayi kuning dapat ditekan tanpa memaparkan bayi ke sinar matahari pagi. Cukup gendong bayi di tempat yang terkena sinar matahari, tetapi cukup teduh karena bagaimanapun juga, sinar UV dapat berbahaya bagi bayi.

Metode lain untuk menghindari bayi kuning adalah fototerapi. Metode mengatasi bayi kuning ini dapat dilakukan di rumah atau rumah sakit. Metode ini menggunakan sinar biru yang fungsinya sama dengan sinar matahari, yakni menekan level bilirubin. Cara untuk mengatasi bayi kuning ini sering digunakan di daerah yang kurang mendapat cahaya matahari atau beriklim dingin.
Bagi kita yang hidup di iklim tropis, menggunakan cara yang alami untuk mencegah bayi kuning memang menjadi pilihan terbaik, tetapi satu hal yang harus kita ingat adalah bahaya paparan sinar UV. Penyakit bayi kuning memang dapat dihindari, tetapi sinar UV dapat menyebabkan kerusakan kulit bahkan kanker kulit, maka pastikan bayi kita tidak terpapar sinar matahari secara langsung dan kembalilah ke dalam rumah jika matahari mulai terik.

Senin, 23 Juli 2012

FUNGSI INKUBATOR UNTUK BAYI PREMATUR


sumber video: http://www.youtube.com/

Seperti bayi normal, bayi prematur juga memperoleh kekebalan tubuh dari ibunya. Tapi, pada bayi prematur kekebalan yang didapat Iebih sedikit daripada bayi normal, karena sebelum daya tahan itu terbentuk cukup, ia sudah harus dilahirkan. Inilah yang menyebabkan bayi prematur sangat rentan terhadap penyakit infeksi.

Di rumah sakit, bayi yang lahir prematur akan diletakkan dalam alat khusus, yaitu inkubator. Inkubator merupakan alat yang dilengkapi dengan pengatur suhu dan kelembaban udara agar bayi selalu hangat. Bila bayi prematur lahir dengan berat badan di bawah 2000 gram, maka suhu dalam inkubator harus berkisar antara 32 derajat Celcius. Bila berat badannya kurang dari 2500 gram, suhu inkubator harus sekitar 30 derajat Celcius. Suhu inkubator akan diturunkan secara bertahap setiap 10-14 hari sebanyak satu derajat Celcius, sehingga akhirnya bayi bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan luarnya.

Selain berfungsi sebagai penghangat, inkubator juga berfungsi melindungi bayi dari bahaya infeksi. Di tempat ini, tersedia juga alat penyinaran sinar biru bagi bayi prematur yang mengalami peningkatan kadar bilirubin dalam darahnya (bayi kuning/jaundice) sebagai akibat hati bayi yang belum bekerja sempurna.

Biasanya, bayi dalam inkubator akan dibiarkan telanjang untuk mempermudah pemantauan, yang bisa dilihat dari gerak pernafasan serta warna kulit. Dengan demikian, bila ada kelainan, bisa segera diketahui.

Selain itu, bayi prematur juga mendapat bantuan pernafasan dalam bentuk bantuan oksigen sejumlah tertentu. Hal ini pun harus dilakukan dengan hati-hati, sebab keseimbangan kadar oksigen dan karbon dioksida bayi prematur harus diperhatikan benar. Bila jumlah oksigen pada bayi prematur terlalu sedikt, jumlah karbondioksidanya akan meningkat. Akibatnya, pembuluh darah di otak akan melebar, bahkan bisa pecah dan mengakibatkan pendarahan di otak. Sebaliknya, bila oksigen terlalu banyak, maka pembuluh-pembuluh darah bisa menyempit yang mengakibatkan sel-sel tubuh bayi kurang mendapat makanan.

Bayi prematur juga akan menjalani pemeriksaan darah untuk mengetahui fungsi mekanisme pertukaran zat dalam tubuh. Selain dilakukan juga pemeriksaan dengan alat Ultra Sonografi (USG) untuk melihat apakah terjadi kelainan di otak, seperti terjadi pendarahan, edema (pembengkakan) otak, dan lain-lain.

Lamanya pemantauan dan perawatan bayi prematur yang satu dengan yang lain tidak sama. Itu karena, kematangan bayi prematur tidak berdasarkan usia kandungan ketika ia dilahirkan atau Iamanya perawatan, melainkan dilihat dari perkembangan kemampuannya dalam bernafas, mempertahankan suhu tubuh, mengisap dan menelan (sehingga orang tuanya bisa langsung menyusuinya), serta mampu mencerna makanan yang masuk dalam tubuhnya. Dengan kata lain, bergantung dari kesiapan semua organ tubuhnya untuk bekerja normal. Hal ini bisa diketahui melalui pemantauan yang memang terus menerus dilakukan petugas rumah sakit.

sumber artikel: http://fourseasonnews.blogspot.com/2012/04/fungsi-inkubator-untuk-bayi-prematur.html

Penyebab Bayi Lahir Prematur

Banyak kejutan terjadi pada perempuan hamil seperti merasakan tendangan pertama bayinya atau gejala morning sickness. Tapi kejutan yang paling tidak diinginkan oleh ibu hamil adalah melahirkan bayi secara prematur. Sebenarnya apa penyebab bayi harus lahir secara prematur?

Premature Rupture of Membrane (PROM) atau pecahnya membran prematur adalah penyebab kelahiran prematur yang paling umum. Ini bisa terjadi ketika kantung yang berisi bayi dan cairan amniotik pecah atau menyembur sebelum waktunya untuk lahir.

Gejala utama dari PROM ini adalah keluarnya cairan dari vagina baik langsung maupun secara perlahan-lahan, seperti dikutip darihealthnews, Senin (10/8/2009).

Dokter belum yakin apa penyebab pasti dari PROM, tapi para dokter percaya bahwa infeksi vagina atau terlalu banyaknya cairan amniotik bisa menjadi faktor pemicunya. PROM juga bisa terjadi pada kehamilan bayi kembar atau lebih.

Tidak ada pengobatan atau pun prosedur untuk mencegah atau menghentikan PROM. Namun, dokter bisa memberikan tocolystic yang mungkin bisa menghentikan atau mencegah kelahiran sebelum waktunya. Ini memberikan waktu bagi bayi untuk berkembang, ibu juga mungkin diberikan steroid untuk membantu paru-paru bayi berkembang lebih baik lagi.

Faktor yang bisa memicu kelahiran prematur selain infeksi vagina atau terlalu banyaknya cairan amniotik adalah:

Memiliki mulut rahim yang lemah. Idealnya mulut rahim akan melebar ketika kontraksi dimulai. Kadang-kadang bayi yang tumbuh dan mendorong pada tengkuk, akan membuat mulut rahim terbuka lebih awal sebelum bayi siap untuk dilahirkan.
Usia ibu yang hamil juga menjadi salah satu faktor pemicu bayi lahir prematur. Perempuan yang lebih tua atau memiliki usia di atas 32 tahun, risiko terjadi komplikasi selama masa kehamilannya meningkat dan risiko melahirkan bayi prematur lebih tinggi 40 persen dibandingkan dengan perempuan yang usianya lebih muda.
Psikologis sang ibu. Jika perempuan yang hamil mengalami stres berat atau depresi di awal-awal kehamilan atau selama kehamilan akan berisiko dua kali lipat melahirkan secara prematur. Selain itu juga menimbulkan dampak buruk bagi sang bayi seperti bayi yang kekurangan gizi atau bahkan kematian bayi sebelum melahirkan.
Memiliki bentuk rahim yang tidak normal juga bisa memicu kelahiran secara prematur. Terdapat beberapa perempuan yang mempunyai kelainan dalam bentuk rahimnya, tapi memberikan hasil yang sama yaitu bayi memiliki ruang yang lebih sempit untuk tumbuh dibandingkan dengan bentuk rahim yang normal.
Faktor lain yang turut menyumbang terjadinya kelahiran secara prematur, seperti placenta previa, preeclampsia dan faktor lainnya.
Untuk menghindari melahirkan bayi secara prematur, jagalah kesehatan diri sendiri, konsumsi makanan yang sehat dan bergizi, mengonsumsi air yang cukup, tidak merokok dan tetap memperhatikan tanda-tanda yang diberikan oleh tubuh. Jika ada sesuatu yang berubah atau aneh segeralah periksakan ke dokter kandungan.